JARAK IDEAL ANTARA KEHAMILAN, EVIDENCE BASED TERKAIT ASUHAN PRAKONSEPSI

 Jarak kelahiran merupakan parameter yang sangat penting untuk menggambarkan kesehatan ibu dan keluarga. Mengatur jarak kelahiran perlu dilakukan dan menjadi hal yang penting dari program keluarga berencana karena berhubungan dengan risiko kesakitan dan kematian yang bisa terjadi kepada ibu maupun bayinya. Jarak kelahiran menurut Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) adalah jarak waktu periode antara dua kelahiran hidup yang berurutan dari seorang wanita (BKKBN, 2011), sedangkan menurut Survei Demografi Kesehatan Indonesia tahun 2017 adalah jarak antar kelahiran anak (dalam bulan) dengan kelahiran sebelumnya (Kementerian Kesehatan RI, 2018).

 Bagi pasangan suami istri yang menginginkan jumlah anak lebih dari satu, maka harus dapat menentukan jarak antara kehamilan yang satu dengan berikutnya. Penentuan jarak kehamilan adalah upaya untuk menentukan atau memberi batasan sela berapa jarak yang akan direncanakan di antara kehamilan satu dengan yang lain atau kehamilan yang lalu dengan kehamilan yang akan datang (Laili and Masruroh, 2018).

Jarak kelahiran ideal adalah jarak antara kelahiran di antara 2-5 tahun. Risiko kehamilan dan kelahiran meningkat karena jarak kelahiran yang tidak ideal. Jarak kelahiran tidak ideal alam hal ini adalah kelahiran yang kurang dari 24 bulan atau lebih dari 59 bulan. Upaya menjarakkan kehamilan berikutnya setidaknya minimal 2 tahun jika seorang wanita masih merencanakan untuk memiliki anak sangat perlu untuk dilakukan dalam upaya meningkatkan kesehatan ibu dan anak (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2015).

Penentuan atau pengaturan jarak kehamilan untuk mendapatkan jarak kelahiran ideal perlu dilakukan oleh pasangan usia subur sebagai upaya untuk menetapkan atau memberi batasan sela antara kehamilan yang lalu dengan kehamilan yang akan datang. Pengaturan jarak kehamilan ini merupakan salah satu usaha agar pasangan dapat lebih siap dalam menerima dan siap untuk memiliki anak. Faktor risiko kehamilan yang harus dihindari dikenal dengan istilah empat T yaitu: terlalu muda untuk hamil ( 35 tahun), terlalu sering hamil (anak > 3 orang berisiko tinggi), terlalu dekat jarak kehamilan (< 2 tahun) (Purwanti and Trisnawati, 2016). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa jarak kehamilan yang dianjurkan pada ibu hamil yang ideal dihitung dari sejak ibu persalinan hingga akan memasuki masa hamil selanjutnya yaitu 2-5 tahun. Hal ini didasarkan karena beberapa pertimbangan yang akan berpengaruh pada ibu dan anak. Jarak kelahiran yang kurang dari 24 bulan memiliki risiko kesehatan atau kematian yang lebih tinggi dibandingkan dengan jarak kelahiran yang lebih lama dari 2 tahun, tetapi jarak kelahiran yang terlalu lama juga lebih dari 5 tahun meningkatkan mortalitas perinatal dan neonatus serta risiko komplikasi kehamilan.v

Jarak kelahiran merupakan parameter yang sangat penting untuk menggambarkan kesehatan ibu dan keluarga. Mengatur jarak kelahiran perlu dilakukan dan menjadi hal yang penting dari program keluarga berencana karena berhubungan dengan risiko kesakitan dan kematian yang bisa terjadi kepada ibu maupun bayinya. Jarak kelahiran menurut Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) adalah jarak waktu periode antara dua kelahiran hidup yang berurutan dari seorang wanita (BKKBN, 2011), sedangkan menurut Survei Demografi Kesehatan Indonesia tahun 2017 adalah jarak antar kelahiran anak (dalam bulan) dengan kelahiran sebelumnya (Kementerian Kesehatan RI, 2018).

 Bagi pasangan suami istri yang menginginkan jumlah anak lebih dari satu, maka harus dapat menentukan jarak antara kehamilan yang satu dengan berikutnya. Penentuan jarak kehamilan adalah upaya untuk menentukan atau memberi batasan sela berapa jarak yang akan direncanakan di antara kehamilan satu dengan yang lain atau kehamilan yang lalu dengan kehamilan yang akan datang (Laili and Masruroh, 2018).

Jarak kelahiran ideal adalah jarak antara kelahiran di antara 2-5 tahun. Risiko kehamilan dan kelahiran meningkat karena jarak kelahiran yang tidak ideal. Jarak kelahiran tidak ideal alam hal ini adalah kelahiran yang kurang dari 24 bulan atau lebih dari 59 bulan. Upaya menjarakkan kehamilan berikutnya setidaknya minimal 2 tahun jika seorang wanita masih merencanakan untuk memiliki anak sangat perlu untuk dilakukan dalam upaya meningkatkan kesehatan ibu dan anak (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2015).

Manfaat menjaga jarak kehamilan yang ideal, diantara lain yaitu dengan:

1. Pemulihan Persalinan bagi Kesehatan Ibu, Dengan minimal waktu ua tahun memungkinkan ibu melakukan persiapan kehamilan.

2. Menjaga Kesehatan Bayi, Menjaga jarak kehamilan ideal (3-5 tahun) akan membuat potensi yang baik untuk kehamilan selanjutnya salah satunya adalah menghindari anak lahir dengan berat badan yang rendah dan juga menghindari kelainan pada janin.

3.  Menghindari Resiko Kurang Gizi, Dengan merencanakan kehamilan pada jarak yang ideal maka akan mengurangi resiko kurang gizi terutama kekurangan zat besi.

4.  Menjaga Hubungan antara Anak dan Ibu, Perhitungan yang tidak kalah penting dalam mempersiapkan jarak kehamilan yang ideal adalah faktor psikologis anak dan orang tua.

 FAKTOR MEMPENGARUHI  JARAK KELAHIRAN IDEAL 

    Faktor yang memengaruhi jarak kelahiran (Nedra and Mugia, 2017) antara lain sebagai berikut:

·         Usia Usia ibu

Pada  kurun reproduksi sehat yang aman untuk kehamilan dan persalinan adalah 20 tahun sampai dengan 35 tahun. Usia ibu berisiko (35 tahun) cenderung memiliki jarak kelahiran pendek. Wanita yang menikah terlambat dapat mengalami tekanan sosial terkait masa reproduksinya sehingga wanita tersebut berupaya mempersingkat jarak kelahiran untuk mendapatkan jumlah anak yang diinginkan.

·         Tingkat pendidikan

Memengaruhi pola pikir dan daya cerna seseorang terhadap informasi. Pendidikan ibu yang tinggi cenderung memiliki akses informasi dan layanan yang lebih baik tentang KB dan alat kontrasepsi dibandingkan dengan ibu yang berpendidikan rendah.

·         Durasi pemberian ASI

Durasi menyusui anak sebelumnya menunjukkan hubungan yang signifikan dengan jarak kelahiran pendek (< 2 tahun). Pemberian asi Bab 10 Ideal Jarak Antar Kehamilan 129 yang disarankan adalah eksklusif 6 bulan dan dilanjut sampai usia anak 2 tahun. Hal ini berkaitan dengan nutrisi yang terkandung di dalam ASI. Pasangan usia subur yang memiliki pengetahuan ini cenderung akan menunda kelahiran untuk anak selanjutnya.

·         Jumlah anak

Jumlah anak menjadi salah satu faktor yang paling mendasar memengaruhi perilaku pasangan usia subur dalam menggunakan kontrasepsi. Jumlah anak ideal sebagai program KB adalah cukup dua.

·         Penggunaan kontrasepsi

Meningkatnya akses dan cakupan penggunaan kontrasepsi dalam program keluarga berencana merupakan strategi penting yang perlu diperhatikan dalam memengaruhi terjadinya jarak kelahiran pendek. ibu yang tidak menggunakan metode kontrasepsi modern sebelum hamil anak terakhir kemungkinan memiliki jarak kelahiran pendek lebih tinggi 3,01 kali daripada ibu yang menggunakan metode kontrasepsi modern.

·         Status kelangsungan anak hidup sebelumnya

Kondisi anak sebelumnya memengaruhi jarak kelahiran pendek. Hal ini berkaitan dengan adanya kematian anak sebelumnya sehingga pasangan berupaya untuk menggantikan anak yang hilang lebih cepat dengan hamil kembali.

·         Status ekonomi

Status ekonomi rumah tangga mempunyai hubungan yang bermakna dengan risiko kehamilan kurang dari 2 tahun.

 


Comments

Popular posts from this blog

LACTIWRAP SELEMPANG LENGAN MENYUSUI